Sabtu, 15 Desember 2012

Manfaat Ekstrak Daun Jambu-Biji Pada Penderita DBD

Demam Bedarah Dengue (DBD), sering kali kita jumpai di Indonesia, meskipun merupakan penyakit endemik, tetapi kadang dapat menimbulkan epidemi pada bulan-bulan tertentu. Meskipun Pemerintah telah dengan gencar mensosialisasikan cara preventive dengan semboyan 3M nya, tetapi pada kenyataannya penyakit DBD masih menjadi hantu yg bisa mematikan bila terlambat penangannya sampai ke tingkat syok (DSS/ Dengue Syok Sindrom). Untuk mencegah agar tak terlambat penangannya, kita perlu waspada sejak dini dengan mengetahui tanda-tanda DBD. Bedasarkan kriteria WHO (1996), diagnosa DBD ditegakkan bila ada tanda-tanda 1. Demam akut yg tinggi selama 2-7 hari, kemudian turun secara lisis. Demam disertai gejala tidak spesifik, seperti tdk nafsu makan /mual, lemas, nyeri punggung, tulang-tulang dan persendian serta sakit kepala yg terasa nyeri. 2. Manifestasi perdarahan, dari perdarahan di bawah kulit, perdarahan gusi, Mimisan, sampai muntah darah atau berak darah. 3. Pembesaran Hati yang nyeri tekan tetapi tak ada penyakit kuning (Ikterus) 4. Laboratorium klinis menunjukan kenaikan hematokrit/hemokonsentrasi. Mungkin untuk kita orang awam kesehatan, yang sangat berguna adalah kriteria 1 dan 2 yang bisa kita pantau secara anamnesis (menanyakan pada penderita), atau dengan melihat ada tidaknya manifestasi perdarahan. Kalau dalam keluarga kita atau orang terdekat kita, kita menjumpai kriteria 1, maka segeralah kita konsultasikan ke dokter terdekat, untuk pemeriksaan lebih lanjut ada tidaknya krietria selanjutnya, khususnya kriteria 4 yang perlu pemerikasaan laboratorium kimia darah. Berdasarkan juklak (petunjuk pelaksanaan) medis, pasien akan dirujuk ke RS apabila trombosit darah < 100.000/ul ( nilai normal trombosit 150.000 – 500.000/ul). Nah, yang jadi permasalahan kalau trombosit darahnya masih > 100.000/ul tetapi < 150.000/ul, dokter biasanya belum merujuk ke RS, tetapi kita fihak keluarga kadang was-was kalau sewaktu-waktu trombosit bisa drop < 100.000/ul, karena penurunan trombosit tersebut tidak bisa kita prediksi, adapun tanda-tanda pre syok yg disebabkan penurunan trombosit yang drastis biasanya ditandai, penderita semakin lemas dan berkeringat dingin, sampai suhu tubuh terasa dingin. Untuk mencegah pre syok atau syok dari DBD, secara empiris dan sedikit penelitian medis, boleh kita manfaatkan EkstrakDaun Jambu-biji. Berdasarkan penelitian dari “Harjono Achmad dan C.Singgih Wahono” dari lab. Ilmu Penyakit Dalam FK Unibraw/RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang. Telah disimpulkan “Pemberian kapsul ekstrak Psidium Guajava 500mg dengan dosis 3x2kapsul selama lima hari mempunyai hubungan yang bermakna secara stastistik terhadap pencapaian jumlah trombosit ≥100.000/ul pada hari ke lima, dengan efek samping minimal yaitu gangguan buang air besar (5,2%)”. Abstract Background and objectives : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), an endemic disease in Indonesia, has a peak every 5-20 years, it’s steel a major health problem in our country. Design and Method : The standart treatmant is normalizing the intravasculer fluid. Administration of steroid didn’t give a satisfy result. Psidium Guajava extract that is proposed as a reserve transcriptase inhibitor, is a save, cheap, alternative treatment. We want to study the effect of psidium guajava extract to DHF patient in their platelets count. The design of study is clinical trial, parrarel, single blind with sample randomization. Result and Coclusion : From all of DHF patients at Syaiful Anwar General Hospital Malang that include in the study we find : woman= 55,2%, age group 15-24 years old= 69%, BMI ≥ 20 kg/m². Treatment with Psidium Guajava extract 500mg per Capsul, dosage : 2 capsul tid for 5 days has a significant correlation with the increase of platelet count ≥ 100.000/ul at the 5th day of treatment. (α²= 8,13>3,84, α= 0,05 ; df=1). There is a mild size effect i.e defecation disturbance (5,2%). Dari penelitian tersebut dapat diambil manfaat, bahwa untuk penanganan pertama di rumah, bila trombosit sudah <150.000/ul, kita dapat memanfaatkan ekstrak daun jambu-biji, dengan cara ambil daun dari jambu-biji, cuci bersih, tumbuk, kemudian beri air matang, dan kita saring, airnya dapat diminumkan pada penderita. Sayangnya belum dilakukan penelitian mengenai dosis dari ekstrak jambu-biji tersebut, sehingga penetapan dosis pemberian hanya berdasarkan perkiraan, dengan memperhitungkan kemungkinan efek samping yang timbul. Namun efek sampingnya sangat ringan, yaitu susah BAB (5,2 %), yang akan kembali normal setelah pemberian ekstrak jambu-biji tersebut dihentikan. sumber : http://www.gionsbluesman.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan berkomentar yang sopan dan sesuai etika ya !!!